Pasar Blauran dari Lensaku
Minggu (masih cukup) pagi tapi aku bertekad menghabiskan akhir pekan di pusat perbelanjaan yang sejuk, aku memilih membawa kamera dan berjalan menuju Pasar Blauran. Aku memang suka memotret. Ada sesuatu yang selalu membuatku tertarik pada tempat-tempat yang menyimpan kehidupan sehari-hari. Bukan tempat yang sengaja dibuat indah untuk difoto, tetapi tempat yang memang hidup, dengan orang-orang yang sedang bekerja, menunggu pembeli, mengobrol, makan, atau sekadar menjalani rutinitas. Dan pagi itu, aku ingin memotret Blauran. Bukan karena Blauran sedang menjadi tempat yang paling ramai di Surabaya. Justru sebaliknya. Aku ingin melihat apa yang masih tersisa dari sebuah pasar yang pernah menjadi salah satu denyut perdagangan kota. Karena kamera membuatku melihat Blauran dengan cara berbeda. Begitu masuk, tanganku refleks mengangkat kamera. Aku mulai mencari frame. Lorong. Papan nama toko yang sudah tua. Tumpukan barang. Pedagang yang duduk menunggu pembeli. Seorang ibu yang sedang me...


